Saya jumpa artikel menarik dari buku “ Ceramah-ceramah Jumaat oleh Hassan Al-Banna”. Thanks to Hanis for recommending the book. Dan juga buku-buku Hadithus Sulasa’ yang mengumpul catatan hasil kuliah Hassan Al Banna setiap pertemuannya bersama Ikhwan setiap hari Selasa. Selingan sedikit, saya amat tertarik sangat kisah yg diberitahu Hanis tentang Akh yang mencatatnya (kalau ada kesempatan, saya tulis pasal ni)

“ WAKTU adalah Kehidupan”

“ …dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang…” (al Muzzammil,73:20)

Waktu sering diumpamakan sebagai emas, tetapi adakah kepentingan waktu ini hanya cukup diukur secara material?? Sebenarnya waktu ini lebih dari segala emas di dunia ini, kerana itu adalah lebih tepat mengatakan, Waktu adalah kehidupan.

Jikalau emas dijadikan ukuran, emas boleh hilang atau rosak, dan kita boleh mengumpulnya kembali. Tetapi waktu, suatu yang hilang dan tidak akan kembali!

Kenyataannya, tidak ada yang lebih berharga dari waktu. Sesungguhnya waktu itu memiliki perbezaan keberkahannya, keuntungannya, kebaikannya dan kebahagiaannya. Ada suatu saat yang lebih besar keberkahannya dari saat yang lain, ada satu hari yang lebih utama di sisi Allah dari hari yang lain, dan ada bulan yang lebih mulia dari bulan yang lain.

Di kongsi di sini doa yang diucapkan oleh Abu Bakar As-Siddiq RA:
“ Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan kami dalam kesengsaraan, janganlah Engkau siksa kami secara tiba-tiba, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai”

Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser di hari kiamat sehingga Allah bertanya kepadanya tentang umur yang ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia membelanjakannya?

Sabda Rasulullah SAW:

Setiap kali fajar menyingsing, maka hari berseru, “ Wahai manusia, aku adalah makhluk yang baru, menjadi saksi atas amalmu, maka ambillah bekal dariku, kerana aku tidak akan kembali hingga hari Kiamat”

Di dalam Al-Quran telah mengisyaratkan tentang waktu dan kebaikannya:

“ Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada pada di petang hari dan di waktu subuh, dan bagiNya lah segala pujian di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur” (ar Ruum,30:17-18)

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (al-A’raf,7:205)

“Demi fajar dan malam yang sepuluh” (al-Fajr,89:1-2)

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (al-Hajj,22:28)

“Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang berbilang” (al-Baqarah,2:203)

Rasulullah SAW memberikan arahan kepada kita tentang nilai waktu dan cara memanfaatkannya. Dalam berbagai hadith beliau mengisyaratkan bahawa orang-orang Mukmin berada di antara waktu dekat yang telah berlalu, ia tidak tahu apa keputusan Allah. Dan waktu yang jauh yang masih tersisa, ia tidak tahu takdir Allah padanya. Maka hendaklah seorang mengambil dari dirinya untuk dirinya, dari dunianya untuk akhiratnya, menggunakan masa mudanya sebelum datang masa tua dan kehidupannya sebelum datang kematian.

SETELAH membaca tentang waktu sebagai kehidupan, memang sangat khuatir…apa lah jadinya waktu saya yang telah lalu itu…apakah catatan amal vs waktu saya?

Advertisements